Tuesday, 30 May 2017

Latihan 3 Modul 3

Dalam perhitungan matematika dikenal perpangkatan dengan menentukan bilangan dasar yang akan dipangkatkan dan menentukan pangkat yang akan diterapkan pada bilangan dasar tersebut, bagaimana perhitungan matematika tersebut jika dibuat kedalam sebuah program yang dapat menampilakan deret nilai yang dipangkatkan tersebut.

Dibawah ini syntaxnya :

#include
#include
int pangkat (int x, int y);
main ()
{
            int x,y;
            printf(" masukan bilangan yang akan dipangkatkan : ");
            scanf("%d",&x);
            printf("\npangkat bilangan : ");
            scanf("%d",&y);
            printf("\nhasil bilangan %d yang dipangkatkan %d adalah : %d",x,y,pangkat(x,y));
            getch();
            return 0;
}
int pangkat (int x, int y)
{
            if (y==0)
            {
                        return 1;
            }
            else
            {
                        return x*pangkat (x,y-1);
            }
}

Hasil running program :



Keterangan :
Dalam program kali ini menjelaskan perhitungan tentang perpangkatan dengan menggunakan fungsi (int pangkat(parameter, parameter) di dalam fungsi tersebut dideklarasikan dengan variabel x dan y, dimana x adalah bilangan yang di pangkatkan dan y merupakan input pangkat bilangan dari x. Sementara int (integer) adalah tipe data untuk bilangan bulat.

Struktur pemilihan fungsi int pangkat (int x, int y) menggunakan y==0 yang berarti bilangan berapa saja yang dipangkatkan dengan angka 0 benilai 1 itulah kenapa proses pengembalian nilai programnya menggunakan return 1.
return x*pangkat ( x, y-1 ) merupakan rumus  aritmatika dari bilangan yang akan dipangkatkan, selanjutnya akan ditampilkan di fungsi utama.

Latihan 2 Modul 3

Hallooo sahabat blogger , di artikel ini saya akan membahas sebuah studi kasus pada Latihan 2 Modul 3 yaitu tenttang Deret fibonaci. Apa Deret fibonaci terasa asing di telinga kalian sahabat blogger ?

Deret fibonaci adalaha deret unik dapat dirumuskan dalam rumus matematika sederhana bagaimana membuat menampilkan deret fibonacci dengan memberikan batasan akhir dari sebuah angka fibonacci dengan menggunakan statement #defne variabel.

Berikut contoh syntaxnya :

#include
#include
#define max 10
using namespace std;

long fibo[10];
int main()
{
       int i;
       fibo[1] = 1;
       fibo[2] = 1;
       for(i=3;i
       {
                   fibo[i] = fibo[i-1] + fibo[i-2];
       }
                   cout<
                   for (i=0; i
                   {
                               cout<< fibo [i] << " ";
                   }
getch();
return 0;
}


Hasil running program :



Keterangan :

Program ini menggunakan define MAX 10 untuk menetapkan nilai 10 pada array fibo atau langsung menampilkan deret angka 10 atau langsung menampilkan deret angka 10. 

“fibo(i-1)+(i+2)” fungsi itu akan memanggil dirinya sendiri untuk menghasilkan fibo 1 dan fibo 2.

Dalam program di atas suku ke-i dinyatakan dengan variabel bil. Untuk mengirim nilai i mulai dari 0 hingga bil, maka kita menggunakan perulangan for. Dengan fungsi perulangan for fungsi fibo akan dipanggil ketika nilai berubah dan hasil dikirim kembali ke fungsi main dan langsung di cetak.

Latihan 1 Modul 3

Halloo sahabat blogger , hari ini saya akan membahas masih di Modul 3, di artikel ini saya akan membahas Latihan 1 Modul 3 tentang Fungsi rekursif. Ada yang tau fungsi rekursif itu apa ??

Jadi fungsi rekursif itu adalah fungsi dalam sebuah program untuk membalikan deret angka/bilangan.
contohnya : 12345 dengan menggunakan fungsi rekursif maka hasil running program 54321

contoh syntax programnya :

#include
#include
#define MAX 100

int i, a, jml = 0;
char bil[MAX];
void rekursif_angka_terbalik (char bil[])  //parameter fungsi pembalik
{
    printf ("\nMaka hasilnya adalah = ");
    for (i = jml; i >= 0; i--)  //perulangan untuk membaca array dari belakang
    {
        printf ("%c", bil[i]);  //menampilkan array
    }
}

main ()
{
    printf ("Program Pembalik Angka\n");
    printf ("\nMasukan bilangan yang akan dibalik broo = ");
    gets (bil);  //inputan untuk tipe data char
    jml = strlen(bil);  //menyalin char ke angka

    rekursif_angka_terbalik (bil);  //pemanggilan fungsi
}

Hasil Running Program :



Keterangan
Program ini melakukan pembalikan angka dari angka masukan, program ini menggunakan header string, variabel inputan menggunakan array dengan tipe char. Cara kerja program ini nilai dimasukan kedalam array bil dengan perintag gets(). Kemudian nilai yang pada array bil akan dicopy ke jml dengan fungsi strlen yang ada pada fasilitas header string. Fungsi starlen yaitu untuk mengetahui panjang string, berapa nilai yang dimasukan. 


Kemudian dipanggil fungsi parameter. Didalam fungsi parameter terdapat proses perulangan for untuk melakukan perulangan terhadap array bil, perulangan dilakukan perhitungan mundur sebanyak nilai masukan yang ada pada strlen tadi.

Praktikum 3 Modul 3

Pagi sahabat blogger ,  di artikel ini saya akan melanjutkan studi kasus dari artikel Praktikum 2 Modul 3 , kali ini saya akan membahas praktikum 3 Modul 3 tentang Bilangan fibonacci. 

Ada yang tauu Bilangan fibonacci itu apa ?

Bilangan fibonacci adalah bilangan yang melakukan penambahan terhadap dirinya sendiri dari nilai penjumlahan dari bilangan pada dirinya yang sebelumnya seperti teorinya berikut ini :

f0 = 0, f1 = 1, fn>2 = fn-1 + fn-2
f2 = f0 + f1 = 0 + 1 = 1
f3 = f1 + f2 = 1 + 1 = 2
f4 = f2 + f3 = 1 = 2 = 3
f5 = f3 + f4 = 2 + 3 = 5

berikut syntax programnya :

#include
#include
#include
using namespace std;
int fibo(int i)
{
            if(i==0)
                        return 0;
            else if (i==1)
                        return 1;
            else
                        return fibo(i-1)+fibo(i-2);
}
int main()
{
            int bil,i;
            cout<<"\tfungsi rekursif bilangan fibonanci"<
            cout<<"\t=================================="<
            cout<<"\nmasukan bilangan : ";
            cin>>bil;
           
            for(i=0;i<=bil;i++)
           
            cout<<" "<
            cout<<"\nfibonanci("<
           
getch ();
return 0;
}

Hasil Running Program :


Keterangan :
Dalam penyelesaian studi kasus di atas menjelaskan, perhitungan bilangan fibonaci. Fibonacci adalah sebuah barisan angka dimana suku berikutnya pada barisan tersebut merupakan hasil dari penjumlahan dua suku sebelumnya.

Maksud syntax di atas yaitu mencari deret fibonacci menggunakan fungsi rekrusif, Pada fungsi diatas saya menggunakan pemeriksaan beruntun dengan "if else". Jika i adalah 0, maka return valuenya adalah bilangan pertama fibonacci (0). Jika i adalah 1, maka return valuenya adalah bilangan kedua finonacci (1). Untuk mencetak deret ficonacci, maka kita harus mengirim nilai i mulai dari  0 hingga suku ke-i. Pada perhitungan “return fibo(i-1)+fibo(i-2);”  fungsi itu akan memanggil dirinya sendiri untuk menghasilkan fibo1 dan fibo 2.

Dalam program diatas, suku i dinyatakan dengan variable bil. Untuk mengirim  nilai i mulai dari 0 hingga bil, maka kita menggunakan perulangan for. Dengan perulangan for,  fungsi fibo akan dipanggil ketika nilai berubah dan hasil dikirim kembali ke fungsi main dan langsung dicetak.


Praktikum 2 Modul 3

Hallooo blogger , kita sambung lagi dari artikel sebelumnya yang membahas Praktikum 1 Modul 3 tentang perpangkatan. Di artikel ini kita akan membahas Praktikum 2 Modul 3 tentang Faktorial.

Bilangan yang ada merupakan runtutan jumlah dari bilangan sebelumnya, dengan demikian kita dapat mengetahui deret bilangan sebelumnya dengan melakukan faktorisasi dari bilangan tersebut. Hasil dari deret bilangan tersebut dapat dilakukan dengan sebutan faktorial.
Contoh 4 difaktorialkan (4!) => 4 3 2 1 : (hasil kali 4!) = 24

dibawah ini sybtax programnya :

#include
using namespace std;
int factorial (int a)
{
            if (a>0)
            {
                        cout<
                        return ( a*factorial ( a-1));
            }
            else
            {
                        return 1;
            }
}
int main ()
{
            int a;
            int factroial(int a);
            cout<<"program menampilkan deret nilai factorial"<
            cout<<"masukan nilai factorial : ";
            cin>>a;
            cout<
            cout<<"\n\n rekursif -> hasil perkalian semua nilai dari "<
return  0;
}


Hasil Running Programnya :


Keterangan :

Dalam Penyelesaian studi kasus diatas menjelaskan, perhitungan nilai rekrusif dengan menampilkan nilai perkalian dari nilai faktorisasi menggunakan rumus factorial. Faktorisasi adalah runtutan jumlah bilangan dari sebelumnya . dan factorial adalah hasil perkalian antara bilangan bulat positif yg kurang dari satu atau “=a”.

Pada fungsi pemilihan if else ada parameter (a>0), dan (a>0) berfungsi sebagai faktorisasi dari input nilai jika if lebih besar sama dengan 0 maka hasil outputnya jika kita memasukan angka 12 maka hasil output nya berurutan dari angka 12 sampai ke terkecil dan lebih dari 0. Kemudian pada perhitungan rumus aritmatika “return (a*factorial (a-1))” berfungsi menghitung hasil kali output dari angka input berurutan dan lebih dari 0.