Saturday, 10 June 2017

Praktikum 3 Modul 7

#include

void tambahsepuluh (int *);
void ubahkarakter(char *);

int main ()
{
int bilangan = 4;
char sesuatu = 's';

printf("Bilangan sebelum fungsi dipanggil : %d\n",bilangan);
printf("Nilai sesuatu sebelum dipanggil   : %c\n\n",sesuatu);

tambahsepuluh(&bilangan);
ubahkarakter(&sesuatu);

printf("Bilangan setelah fungsi dipanggil :%d\n",bilangan);
printf("Nilai sesuatu setelah dipanggil   : %c\n\n",sesuatu);
return 0;
}

void tambahsepuluh(int *bil)
{
*bil = *bil + 10;
}
void ubahkarakter(char *kar)
{
char karakter = 'H';
*kar = karakter;
}

Hasil Running :



Keterangan :

Program diatas menggunakan parameter fungsi untuk menata script dan sebuah pointer untuk pemanggilan fungsi parameter.
Didalam in main() di deklarasikan variabel “bilangan dan sesuatu” berfungsi sebagai pemanggilan objek setelah dan sebelum fungsi dipanggil. Variabel ”bilangan” bertipe data integer dengan jumlah variabel yang ditetapkan berjumlah 5, sedangkan variabel “sesuatu“ bertipe data char atau karakter dengan nilai variabelnya ‘z’

Pada runing program ada sebuah perubahan jumlah bilangan dan nilai karakter hal ini dikarenakan ada bilangan awal yang ditambah 10 dengan menggunakan pointer refernce yang kemudian akan di tampilkan dengan tipe data integer memakai  format (%d)  dan perubahan nilai variabel awal ‘z’ yang sudah dideklarasikan. Perubahan ini terjadi ketika nilai variabel ‘H’ yang sudah di deklarasiakan pada fungsi void ubah karakater() dipindahkan kepada variabel pointer *kar. Yang kemudian akan di tampilkan pada runing program setelah fungsi dipanggil menggunakan tipe data char dengan format (%c) 





0 comments:

Post a Comment